Pittsurgh - Keamanan dan kenyamanan dunia maya sempat terusik ketika muncul dua
jenis virus komputer yang dapat mencuri nomor rekening dan kata kunci para
pengguna komputer dan menyandera penggunaan komputer sehingga menimbulkan
kerugian luar biasa.
Pada hari
Senin, 2 Juni 2014, Pembantu Jaksa Tinggi Leslie R. Caldwell dari Departemen
Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan penggerebekan kejahatan siber yang
dilakukan oleh seorang warga negara Rusia bersama kelompoknya. Keberhasilan
pembongkaran jaringan ini
Evgeniy
Bogachev dan kelompok kejahatannya dengan diam-diam menularkan sejumlah virus
komputer–Gameover Zeus—ke dalam sistem komputer di seluruh dunia sehingga
mereka bisa menjelajah dan bahkan mengendalikan komputer-komputer itu dari
manapun.
Virus Gameover
Zeus dirancang untuk mencuri nomor rekening bank dan kata kunci para pemilik
komputer yang terkena serangan. Para korban melakukan transaksi perbankan
secara daring (dalam jaringan) dan tidak menyadari bahwa komputer mereka malah
mengirimkan nomor rekening dan kata kunci bank kepada kelompok Evgeniy
Bogachev. Para penjahat itu kemudian menggunakan informasi penting untuk untuk
membobol rekening korban secara daring dan menguras isinya.
Di lain pihak,
Cryptolocker digunakan untuk pemerasan kecara kasar. Para penjahat itu
menyusupkan virus komputer ini ke dalam sistem komputer korbannya dan membuat
komputer itu tidak dapat dipergunakan. Para penjahat itu kemudian meminta
pembayaran tebusan supaya komputer korban dapat dipergunakan lagi.'
Kerjasama
Lintas Batas
Pada tanggal 7
Mei lalu, pihak berwenang Ukraina dan FBI menyita dan menyalin server komando
Gamover Zeus di Kiev dan Donetsk. Kemudian, pada hari Senin, 19 Mei 2014,
gugatan dilayangkan kepada Bogachev di Pittsburgh di negara bagian
Pennsylvania, untuk kejahatan peretasan secara melawan hukum, penipuan, dan
pencucian uang.
Selanjutnya,
pada tanggal 28 Mei 2014, terbitlah surat perintah pengadilan terhadap Bogachev
dan teman-temannya untuk berhenti meneruskan penipuan dan penyadapan sehingga
menjadi dasar penghentian komunikasi hubungan komputer-komputer korban dengan
server komputer milik para penjahat dan mengalihkan komunikasi tersebut ke
server komputer yang ditentukan dalam surat perintah pengadilan tersebut.
Perintah
pengadilan yang dimaksud juga memberi wewenang untuk mengumpulkan informasi
mengenai komputer milik para korban sehingga mereka bisa dibantu untuk
mengenyahkan virus itu dari komputer mereka.
Bersamaan
dengan ini, rekan penegak hukum di negara-negara lain menyita server komputer
yang berperan penting dalam menjalankan kejahatan Cryptolocker. Dengan
demikian, virus Cryptolocker tidak bisa lagi menyandera komputer-komputer milik
para korban.
Dimulai di hari
Jumat subuh lalu, FBI dan rekan-rekan penegak hukum negara lain (Kanada,
Prancis, Jerman, Luxembourg, Belanda, Ukraina, dan Inggris) memulai penyitaan
server komputer di seluruh dunia yang menjadi tulang punggung kejahatan
Gameover Zeus dan Cryptolocker.
Rebutan Kendali
Jaringan
Bersama-sama
dengan rekanan di Pusat Kejahatan Siber Eropa (European Cybercrime
Centre) di Den Haag, Belanda, dan beberapa pihak swasta, terjadi
pergulatan kendali jaringan melawan para penjahat siber agar komunikasi
komputer para korban langsung dialihkan ke server yang telah ditunjuk oleh
pengadilan.
Hasilnya, di
akhir pekan lalu, lebih dari 300.000 komputer korban dibebaskan dari virus
Gameover Zeus. Selanjutnya, sebelum Sabtu lalu, Cryptolocker telah berhenti
berfungsi dan infrastrukturnya telah rontok. Namun demikian, upaya-upaya tetap
dilakukan selama beberapa saat ke depan ini untuk menjangkau korban-korban yang
belum tertolong.

0 Response to "Penjahat Gameover Zeus dan Cryptolocker Ditangkap"
- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai dengan isi konten.
- Komentar yang tidak diperlukan oleh pembaca lain [spam] akan segera dihapus.
- Apabila artikel yang berjudul "Penjahat Gameover Zeus dan Cryptolocker Ditangkap" ini bermanfaat, share ke jejaring sosial.
Konversi Kode